Progres Pembangunan LRT Cibubur-Cawang 60 Persen

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) untuk tahun ini akan memfokuskan diri pada pembangunan infrastruktur transportasi kereta api ringan atau light rail transit (LRT) lintas pelayanan Cibubur-Cawang guna memenuhi target operasi pada akhir 2017.

Hingga saat ini, pembangunan LRT di jalur tersebut sudah mengalami beberapa kemajuan sejak mulai dibangun pada tahun lalu.

“Jadi pemancangan sudah 40 atau 60 persen kemudian baja struktur juga sudah dimulai. Harapannya mulai bulan depan sih sudah bisa cross beam yang akan kita produksi sambil juga memroduksi struktur atasnya,” kata Direktur ADHI, Pundjung Setya Brata, kepada Kompas.com, di Jakarta, Jumat (8/4/2016).

Pundjung menjelaskan, pada pembangunan LRT kali ini, ADHI akan menggunakan jenis konstruksi U Shape pada jalur layangnya yang merupakan pertama kali digunakan dalam konstruksi di Indonesia.
Selain fokus membangun jalurnya, ADHI pada tahun ini juga akan membangun fasilitas penunjang di sekitar jalur LRT.

“Selain jalur layangnya, kita juga bakal bangun stasiun, fasilitas operasi berupa signaling system, power supply, telecommunication, control and system. Jadi ini LRT akan gabungan antara sipil dan teknik kelistrikan sebenarnya,” ucap Pundjung.

Terkait kendala hingga saat ini, Pundjung mengatakan tidak ada hambatan yang begitu berarti. Sebagian besar adalah masalah koordinasi dengan instansi-instansi berkaitan yang menurut Pundjung masih dalam tahap wajar.

“Untuk lahan nggak ada masalah karena kan kita bangunnya di tepi jalan to. Untuk itu kita sudah koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) selaku pemilik lahan dan Jasa Marga sebagai pemegang konsesi tol tersebut,” jelasnya.

Jalur LRT Cibubur-Cawang dijadwalkan beroperasi pada akhir 2017, sedangkan Bekasi Timur-Cawang dan Cawang-Dukuh atas bisa beroperasi pada 2018.

Pembangunan LRT dibagi menjadi dua tahap dengan masing-masing tahapan terdiri dari tiga lintas pelayanan, yakni tahap 1 meliputi lintas layanan Cibubur-Cawang, Bekasi Timur-Cawang, Cawang-Dukuh Atas dengan 21 stasiun dan panjang 42,1 kilometer.

Adapun tahap dua lintas pelayanan Cibubur-Bogor, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, dan Palmerah-Grogol dengan panjang 41,5 kilometer. Rencananya, akan ada 10 stasiun pada tahap dua.

 

Sumber: http://properti.kompas.com/read/2016/04/09/113806921/Progres.Pembangunan.LRT.Cibubur-Cawang.60.Persen

Naik LRT Jakarta Bayar Rp 17 Ribu

ASYIK juga nih kalau light rail transit (LRT) sudah jadi di Jakarta. Dari Cibubur ke Cawang, Jakarta Timur cukup merogoh Rp 17 ribu.

Tapi, penumpang mesti merogoh Rp 20.000 untuk jalur Bekasi Timur – Cawang. Sedangkan untuk jalur Cawang – Dukuh Atas tarifnya Rp 15.000.

Bagaimana nggak asyik, saat ini, saat jam-jam sibuk untuk menempuh Cibubur ke Cawang bisa menghabiskan waktu berkisar 30-45 menit. Itu naik sepeda motor. Bisa dibayangkan kalau naik mobil, sekalipun ada infrastruktur jalan tol.

Nah, kalau naik LRT kabarnya bisa memangkas waktu tempuh cukup signifikan. Dulu, saat ada rencana proyek monorel Cibubur-Cawang disebut-sebut waktu tempuh yang dibutuhkan monorel hanya 18 menit. Dahsyat kan?

LRT adalah angkutan umum massal berbasis rel. Mirip dengan monorel. Saat ini, di Jakarta ada dua rancangan pembangunan LRT. Pertama, dari PT Adhi Karya Tbk. Badan usaha milik negara (BUMN) ini berniat membangun LRT dalam tiga tahap yang mencakup Cawang – Cibubur, Cawang – Kuningan – Dukuh Atas, Cawang – Bekasi Timur, Dukuh Atas – Palmerah Senayan, Cibubur – Bogor, dan Palmerah – Grogol.

Kedua, LRT ala Pemprov DKI Jakarta yang memiliki tujuh koridor. Rute itu mencakup Kebayoran Lama-Kelapa Gading (21,6 km), Tanah Abang-Pulo Mas (17,6 km), Joglo-Tanah Abang (11 km), Puri Kembangan-Tanah Abang (9,3 km), Pesing-Kelapa Gading (20,7 km), Pesing-Bandara Soekarno-Hatta (18,5 Km), dan Cempaka Putih-Ancol (10 km).

Hari Minggu, 14 Juni 2015, Adhi Karya mengaku sudah siap membangun LRT. Pembangunan dilakukan dalam tiga tahap. Pemancangan tiang pertama (ground breaking) tahap pertama, yakni jalur Bekasi Timur – Cawang – Kuningan – Dukuh Atas dan Cibubur – Cawang, ditargetkan mulai pada 17 Agustus 2015. Kalau konstruksi memakan waktu tiga tahun, berarti pada 2018 Jakarta sudah punya LRT.
Pemerintah pusat bahkan disebut-sebut sudah merestui proyek tersebut, termasuk siap menyuntikkan dana tambahan. Maklum, total dana tahap pertama yang dibutuhkan untuk LRT versi Adhi Karya mencapai sekitar Rp 12,56 triliun.

Publikasi Adhi Karya yang saya terima menyatakan bahwa dalam rangka turut serta mempercepat penyediaan infrastruktur transportasi publik di Jabodetabek BUMN ini merealisasikan ide transportasi publik berbasis rel berupa LRT dengan konsep TOD (Transit Oriented Development). Konsep ini menyediakan transportasi LRT dengan pengembangan wilayah urban berupa property development sekaligus sebagai pemecahan masalah kemacetan lalu lintas ibu kota.

Pemerintah, kata manajemen Adhi Karya, telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2015 tentang Penambahan PMN ke dalam Modal PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Di dalam PP tersebut Pemerintah akan menambahkan penyertaan sebesar Rp 1,4 triliun ke dalam saham ADHI. Hal ini merupakan kelanjutan dari proses persetujuan DPR RI atas rencana Pemerintah untuk menambah penyertaannya pada beberapa BUMN.

Motorola RAZRV3x 85.98.90R 2009:02:11 17:37:48

Kalau yang ini rancangan monorel Cibubur-Cawang

Disamping penambahan modal dari Pemerintah tersebut, ADHI juga akan mendapatkan penambahan modal dari publik sebesar Rp 1,345 triliun sehingga Perseroan akan mendapatkan tambahan modal seluruhnya sebesar ± Rp 2,745 triliun.

Penambahan modal tersebut akan dilakukan melalui rights issue. Dana tambahan tersebut sesuai rencananya akan digunakan untuk mendukung program Pemerintah dalam mengatasi kemacetan lalu lintas khususnya di DKI Jakarta dan daerah-daerah penyangganya. Untuk hal tersebut, Adhi Karya akan mendapatkan penugasan dari Pemerintah melalui penerbitan Peraturan Presiden yang saat ini sudah tahap akhir penyelesaian dan akan segera diterbitkan.

Nah, kita tunggu saja bagaiman realisasinya. Setuju?(edo rusyanto)

Sumber : https://edorusyanto.wordpress.com/2015/06/15/naik-lrt-jakarta-bayar-rp-17-ribu/